Thursday, June 22, 2017

Matematika dan Pendidikan Matematika dari Sudut Pandang Filsafat

Indriyani Fatmi
13301244031
Pendidikan Matematika 2013

Artikel ini dipersembahkan sebagai tugas akhir mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.


1.      Apa yang dimaksud dengan Ontologi Matematika, dan bagaimana contohnya?

Secara bahasa ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu On yang berarti ada dan Logos yang berarti ilmu. Asmal Bakhtiar mengartikan ontologi sebagai sebuah ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada. Ontologi matematika berkaitan dengan eksistensi dan sifat objek yang dimiliki matematika. Ontologis yang paling sederhana adalah mengenai keberadaan benda matematika abstrak (seperti angka atau himpunan).

2.      Apa yang dimaksud dengan Epistemologi Matematika, dan bagaimana contohnya?

Secara bahasa epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Episteme yang berarti pengetahuan dan Logos yang berarti ilmu. Abbas Hammami Mintarejo berpendapat bahwa epistemologi adalah bagian filsafat atau cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahuan yang telah terjadi itu. Maka dapat disimpulkan Epistemologi Matematika adalah bagaimana objek-objek dalam matematika menjadi sebuah pengetahuan dan dapat dinilai kebenarannya. Menurut Immanuel Kant awal dari pengetahuan matematika adalah kesadaran tentang matematika. Teorema-teorema dalam matematika (seperti teorema Phytagoras, teorema Euler, dan lain sebagainya) merupakan salah satu contoh epistemologi matematika. Teorema tersebut menjadi pengetahuan bagi kita, karena kita pernah mempelajarinya dan memiliki kesadaran terhadapnya.

3.      Apa yang dimaksud dengan Aksiologi Matematika, dan bagaimana contohnya?

Secara bahsa aksiologi berasal dari bahasa Yunani yakni Axios yang berarti nilai dan Logos yang berarti ilmu. Jadi secara arti kata aksiologi dapat dimaknai sebagai ilmu tentang nilai. Suriasumantrih mendefinisikan aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Menurut Wibisono, aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran, etika dan moral sebagai dasar normatif penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu. Langeveld memberikan pendapat bahwa aksiologi terdiri atas dua hal utama, yaitu etika dan estetika. Etika merupakan bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku orang, sedangkan estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut keindahan.

Aksiologi matematika secara sederhana adalah bagaimana peran matematika dan implikasinya dalam kehidupan sehingga matematika dapat memiliki suatu nilai atau estetika. Adapun beberapa contoh aksiologi matematika sebagai berikut.

·         Membantu manusia dalam berdagang dan bidang perekonomian,

·         Dengan bilangan, manusia dapat menentukan kuantitas,

·         Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan, dan lain sebagainya.

4.      Apa yang dimaksud dengan Ontologi Pendidikan Matematika, dan bagaimana contohnya?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ontologi dipandang sebagai sebuah ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada. Ontologi pendidikan matematika berusaha mengkaji pendidikan matematika melalui kenyataan yang ada baik dari sudut pandang pendidikan, sudut pandang matematika, maupun pengajaran matematika. Salah satu contoh ontologi matematika adalah bagaimana memberikan pemahaman pada siswa SMP terkait materi trigonometri. Karena di pendidikan sebelumnya materi trigonometri adalah objek matematika yang tidak ada, pada saat pembelajaran guru akan menjadikan objek tersebut ada melalui berbagai metode pembelajaran.

5.      Apa yang dimaksud dengan Epistemologi Pendidikan Matematika, dan bagaimana contohnya?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, epistemologi membicarakan tentang terjadinya pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahuan yang telah terjadi. Epistemologi pendidikan matematika dapat dimaknai sebagai cara untuk memahami hakekat pendidikan matematika dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Contoh dari epistemologi pendidikan matematika adalah guru membantu untuk memahami pentingnya belajar matematika dan penerapannya dalam ilmu-ilmu lain.

6.      Apa yang dimaksud dengan Aksiologi Pendidikan Matematika, dan bagaimana contohnya?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, aksiologi merupakan kajian tentang nilai. Maka aksiologi pendidikan matematika dapat dimaknai sebagai kajian nilai – nilai moral dan kebermanfaatan matematika dalam pendidikan sehingga dapat memberikan bekal bagi siswa dalam kehidupan nyata. Contoh dari aksiologi pendidikan matematika adalah mengajak siswa untuk bersikap jujur dalam mengerjakan ujian mata pelajaran matematika melalui soal-soal esai.

7.      Apa yang dimaksud dengan Hermenitika Matematika, dan bagaimana contohnya?

Secara bahasa, hermenetika berasal dari bahasa Yunani yaitu hermeneuein yang artinya menafsirkan atau kata hermeneia yang berarti interpretasi. Dengan demikian menurut arti katanya, hermenetika adalah proses menerjemahkan dan diterjemahkan. Hemeneutika, menurut Paul Ernest, merupakan teori dan praktik penafsiran, beserta proses di mana kita mengembangkan pemahaman tentang dunia. Maka hermenetika matematika dapat dipandang sebagai suatu proses menerjemahkan dan diterjemahkannya matematika dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Proses menginterpretasikan ilmu-ilmu matematika seperti aljabar, geometri, statistika, dan lain sebagainya oleh para matematikawan merupakan contoh hermenitika matematika..

8.      Apa yang dimaksud dengan Hermenitika Pendidikan Matematika, dan bagaimana contohnya?

Seperti yang telah dijelaskan, hermenitika adalah proses menerjemahkan. Dalam hal ini, maka hermenitika pendidikan matematika adalah bagaimana proses menerjemahkan dan diterjemahkan terjadi saat pembelajaran matematika berlangsung. Contoh hermenetika dalam pendidikan matematika adalah siswa menginterpretasikan hasil pemikirannya mengenai penggunaan sifat-sifat operasi bilangan bulat dalam pemecahan masalah.

9.      Apa yang dimaksud dengan Phenomenologi Matematika, dan bagaimana contohnya?

Secara bahasa phenomenologi  berasal dari kata phainomenon yang artinya apa yang dapat dilihat atau tampak. Phenomenologi merupakan cabang ilmu filsafat yang biasanya dihubungkan dengan ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena yang ada.  Littlejohn mengartikan fenomenologi sebagai suatu studi mengenai pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar. Maka phenomenologi matematika dapat dimaknai dengan bagaimana seseorang memahami matematika dan segala objek kajiannya melalui berbagai pengalaman sehingga pengalaman itu menjadi suatu pengetahuan. Contohnya adalah peristiwa penemuan gaya gravitasi oleh Sir Isaac Newton dan dalil-dalil yang dihasilkan oleh Euclid merupakan pengetahuan yang didapat melalui pengalaman. 
10.  Apa yang dimaksud dengan Phenomenologi Pendidikan Matematika, dan bagaimana contohnya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, phenomenologi adalah suatu studi mengenai pengetahuan yang berasal dari kesadaran. Maka dalam dunia pendidikan matematika, phenomenologi dapat terjadi dalam proses pembelajaran. Adapun makna pendidikan sendiri adalah suatu proses transfer ilmu dari pendidik dan peserta didik melalui usaha-usaha terencana dan sadar. Contoh dari phenomenologi pendidikan matematika adalah kegiatan belajar mengajar matematika yang diikuti oleh guru dan siswa, dimana terjadi olah pengetahuan oleh siswa tersebut.





Referensi :


http://tabloidinspirasi.blogspot.com/2016/01/matematika-dan-pendidikan-matematika.html

Ernest, Paul. 1994. Constructing Mathematical Knowledge: Epistemology and Mathematics Education. London : Routledge Falmer

Rukimi, Erni. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Hermeneutika Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematika Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 01 Sukoharjo. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses melalui http://eprints.ums.ac.id/31723/ pada Senin, 19 Juni 2017.